Apakah cinta itu benar-benar indah? Atau cinta itu ada hanya untuk
menyakiti perasaan kita saja? Entahlah. Hanya Sang Pemilik Cinta, yaitu TUHAN
saja yang bisa menjawabnya dengan tegas untuk apa DIA menumbuhkan cinta di hati
makhluk-Nya, kemudian mematahkannya kembali.
Cinta itu aneh. Pada saat kita
jatuh cinta pada seseorang, kita tiba-tiba punya sayap dan terbang
melayang-layang ke ‘Surga’.Semua terasa manis bagaikan madu yang siap dihisap
setiap waktu.Namun bila madu itu habis, akan terasa sepahit empedu. Setiap hari
kita menangis karena hati teriris. Kita bahkan membenci orang yang pernah kita
cintai itu.dan menyesal mempertanyakan kenapa harus bersua dan jatuh cinta bila
akhirnya harus berpisah.
Kita tidak pernah tahu kapan
datangnya cinta. Bahkan orang yang kita cintai tidak sesuai dengan harapan dan
angan-angan. Sama halnya kita tidak bisa mencegah perginya cinta. Orang yang
tidak diharapkan tersebut menjadi sesuatu yang penting di saat kita sudah tidak
memilikinya lagi.
Kadang orang yang kita cintai
justru lebih sering menyakiti perasaan kita. Dan kita terlalu menuntut kepada
TUHAN bahwasanya orang yang kita cintai juga harus mencintai kita seperti kita
mencintainya. Tapi kita lupa bahwa orang yang kita cintai itu bukan sesuatu
yang kekal abadi, sesuatu yang sempurna
yang dapat hidup selamanya. Cinta kita pada orang dan orang yang kita
cintai adalah sesuatu yang semu, yang berifat sementara. Sesuatu yang dapat berubah sewaktu-waktu
tergantung situasi dan kondisi yang ada.
Ada satu cinta yang sangat indah dan tidak lekang dimakan waktu. Cinta
TUHAN kepada makhluk-Nya. TUHAN tidak pernah balas menyakiti bila dikhianati,
tidak balas mencaci apabila dimaki. DIA selalu memberikan cinta yang
sebesar-besarnya kepada semua makhluk tanpa ada satupun persyaratan diajukan.
DIA selalu memaafkan apabila makhluk-Nya berbuat kesalahan, tak peduli telah
membunuh, mencuri uang negara, ataupun melacurkan tubuh kepada seribu lelaki.
Mampukah kita membalas cinta
TUHAN meskipun DIA tidak pernah meminta cinta kita? Sudikah kita bersujud di
hadapan-Nya dengan kekhusyukan yang mendalam meskipun DIA tidak minta disembah?
Dapatkah kita menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya meskipun
Dia tidak pernah memaksa kita melakukannya?
TUHAN Maha Pecinta. Menjanjikan
surga bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan mengampuni orang-orang yang
khilaf. ALLAHU AKBAR…
Citra Fitriana
Jakarta, Rabu-28 September 2011














